Rabu, 18 September 2013

peluang

0-9 akan dibuat 3 angka . banyak angka yang tercipta jika tidak boleh berulang adalah...

Kamis, 19 April 2012

integral

Kelas 3
Bab I Integral
Mata pelajaran             : Matematika
Kelas / semester          : XII / Satu ( I )
Aspek                          : Integral
Standar Kompetensi
Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
 Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu
Indikator  Pencapaian  Kompetensi
Ø  Mengenal arti integral taktentu
Ø  Menurunkan sifat – sifat integral tak tentu dari turunan
Ø  Menentukan integral tak tentu dari fungsi aljabar dan trigonometri
Ø  Mengenal arti integral tentu
Ø  Menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat integral
Ø  menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan
Ø  Peta Konsep

Organization Chart
Materi
  1. Pengertian
Secara umum integral adalah invers dari turunan, dengan kata lain integral adalah sebuah anti turunan dan didefenisikan dengan :
Fungsi F(x) disebut intengral dari f(x) pada suatu domainyaitu turunan dari F(x) ke x sama dengan f(x)
  1. Integral tak tentu
1.      Notasi integral tak tentu
Notasi yang menyatakan integral tak tentu adalah ∫. Jika f(x) menyatakan fungsi dalam x maka bentuk integralnya adalah  atau bentuk lengkapnya = F(x) + c.  dibaca integral f(x) terhadap x
2.      Rumus dasar integral
a.   Integral fungsi aljabar
Sebelumnya sudah dipelajari bahwa jika y = xn, maka y` = nx n – 1 , bentuk ini dikenal dengan turunan pertama dari y terhadap x.
Jika y = x n + 1, maka bentuk y` = atau dy = (n+1)xn dx, apabila kedua ruas diintegralkan, maka
y + c =  ,substitusi  y = x n + 1 maka
x n + 1 + c = atau . Bnetuk terakhir ini dikenal dengan  bentuk penyelesaian integral taktentu.dari bentuk diatas dilahirkan sifat – sifat sebagai berikut :
Ø 
Ø  , n ≠ - 1
Ø 
Ø 
Ø 
  1. Integral tentu
Dalam bentuk ini penyelesesaian integral akan menghasilkan sebuah nilai , karena integral yang diselesaikan mempunyai batas ( batas atas dan batas bawah ), sepetri tertuang dalam defenisi yaitu :
adalah integral tertentu dari a sampai b.
Secara umum dapat diperlihatkan  F(b) – F(a).
Teorema dasar kalkulus
Jika F`(x) = f(x) kontinu , maka   = F(b) – F(a).
Sifat – sifat dasar integral tentu
1. 0
2. k
3. +, a < c < b
4. =  ±
5. -
6.
Ø Jika f(x) ≥ 0 dalam interval a ≤  x ≤ b, maka  ≥ 0
Ø Jika f(x) ≤ 0 dalam interval a ≤  x ≤ b, maka  ≤ 0
Dalam menyelesaikan permasalahan integral dapat digunakan beberapa pendekatan penyelesaian antara lain :
1.  Dengan substitusi
Dengan substitusi ini terbagi menjadi dua bentuk yaitu ;
a.       Dengan substitusi aljabar
       Jika F(x) = f(g(x)),maka F`(x) = f`(g(x)g`(x), sehingga = f(g(x)) + C
b.      Dengan substitusi trigonometri
Substitusi trigonometri digunakan apabila fungsi itu memuat bentuk :
Ø  Bentuk
Jika sebuah fungsi memuat bentuk , maka nilai u diganti dengan pendekatan a sin Ɵ, maka akan diperoleh :
=
                =
                = a cos Ɵ                
Ø  Bentuk
Jika sebuah fungsi memuat bentuk , maka nilai u diganti dengan pendekatan a tan Ɵ, maka akan diperoleh :
=
                =
                = a sec Ɵ
Add caption
Ø  Bentuk
Jika sebuah fungsi memuat bentuk , maka nilai u diganti dengan pendekatan a sec Ɵ, maka akan diperoleh :
=
                =
                = a tan Ɵ
Soal :
Selesaikan soal – soal berikut !
1.  
2.
3.  =
4.
5.